BAIC T1 Indonesia resmi menjadi salah satu pemain baru di segmen mobil listrik nasional. Model ini hadir sebagai kendaraan listrik murni pertama BAIC di Tanah Air dan langsung masuk ke pasar crossover hatchback EV yang sedang berkembang.
Jakarta – PT JIO Distribusi Indonesia sebagai Agen Pemegang Merek BAIC di Indonesia resmi meluncurkan BAIC T1 pada 9 Juli 2026. Mobil ini menjadi Battery Electric Vehicle atau BEV pertama BAIC untuk pasar Indonesia. BAIC menargetkan penjualan 1.000 unit hingga akhir 2026 dan membidik 16 persen pangsa pasar di segmen Medium Hatchback EV.
Bagi pembaca Vegas4D Forum, kehadiran BAIC T1 cukup menarik. Sebab, pasar mobil listrik Indonesia sedang semakin ramai. Banyak merek baru masuk dengan strategi harga, fitur, dan layanan yang berbeda.
Hadir sebagai EV Crossover Hatchback
BAIC T1 Indonesia mengusung konsep crossover listrik yang dibuat untuk penggunaan perkotaan. Desainnya ringkas, tetapi tetap membawa dimensi yang cukup lega untuk kebutuhan harian.
Secara ukuran, BAIC T1 memiliki panjang 4.337 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.573 mm, dan wheelbase 2.750 mm. Dimensi tersebut membuatnya berada di area yang menarik untuk konsumen yang ingin mobil listrik tidak terlalu besar, tetapi tetap nyaman digunakan bersama keluarga kecil.

Mobil ini juga menawarkan kabin yang praktis. BAIC menyebut T1 memiliki jok belakang 4/6 folded, kursi depan full flat, panoramic roof 2,34 meter persegi, sistem audio 6 speaker, serta konektivitas CarPlay dan EasyConnection.
Spesifikasi Baterai dan Performa
Dari sisi tenaga, BAIC T1 memakai motor listrik dengan peak power 70 kW dan torsi 176 Nm. Mobil ini menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate atau LFP berkapasitas 42,3 kWh.
Untuk jarak tempuh, BAIC mencantumkan klaim 425 km berdasarkan CLTC dan minimal 310 km berdasarkan WLTC. Angka WLTC biasanya lebih realistis untuk menggambarkan penggunaan campuran dibanding CLTC, meski hasil aktual tetap bergantung pada gaya berkendara, kondisi jalan, beban kendaraan, dan pemakaian AC.
BAIC T1 juga sudah mendukung fast charging. Berdasarkan data resmi BAIC, pengisian daya dari 30 persen ke 80 persen dapat dilakukan dalam waktu maksimal 25 menit pada suhu ruang 25 derajat Celsius. Sementara itu, slow charging 0–100 persen membutuhkan waktu maksimal 8 jam.
Harga Rp373 Juta untuk Konsumen Awal
Salah satu daya tarik utama BAIC T1 Indonesia adalah harga. Situs resmi BAIC mencantumkan harga Rp373.000.000, dari harga sebelumnya Rp393.000.000. Harga tersebut berlaku on the road Jakarta dan untuk 1.000 konsumen pertama.
Dengan harga tersebut, BAIC T1 mencoba masuk ke pasar EV yang semakin kompetitif. Di segmen ini, konsumen biasanya membandingkan jarak tempuh, fitur keselamatan, kenyamanan kabin, biaya charging, dan layanan purna jual.
Dalam catatan otomotif di Vegas4D Forum, harga menarik saja belum cukup. Pembeli mobil listrik juga perlu melihat garansi baterai, jaringan bengkel, ketersediaan sparepart, dan kemudahan servis.
Respons di GIIAS 2026 Cukup Positif
BAIC T1 juga mendapat perhatian selama GIIAS 2026. DetikOto melaporkan bahwa selama pameran tersebut, BAIC T1 mencatat sekitar 139 SPK. Sementara total pemesanan seluruh produk BAIC mencapai 407 unit. BAIC juga mencatat sekitar 200–300 pengunjung melakukan test drive T1, dan hampir separuhnya disebut melakukan transaksi.

Namun, penjualan jangka panjang tetap harus dibuktikan setelah pameran selesai. Konsumen biasanya akan melihat pengalaman pemilik awal, layanan bengkel, kualitas produk, dan nilai jual kembali.
Masih CBU, tetapi Akan Dirakit Lokal
Saat ini BAIC T1 masih didatangkan secara CBU dari China. Namun, BAIC Indonesia menyiapkan rencana perakitan lokal. DetikOto melaporkan bahwa T1 akan dirakit di Indonesia paling lambat akhir tahun ini atau awal tahun depan di pabrik Handal, Purwakarta, Jawa Barat.
Rencana ini penting karena bisa memengaruhi harga. BAIC berharap setelah dirakit lokal, harga T1 bisa berada di bawah Rp350 juta. Namun, angka finalnya belum diumumkan secara resmi.
BAIC juga menyebut target kandungan lokal atau CKD hingga 60 persen pada 2027. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang BAIC untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Jaringan Dealer Jadi Faktor Penting
Untuk mobil baru, jaringan dealer dan layanan purna jual menjadi faktor besar. BAIC Indonesia menyebut telah membangun 16 jaringan dealer resmi dalam waktu kurang dari dua tahun. Perusahaan juga menargetkan total 22 dealer hingga akhir 2026.
Hal ini penting karena konsumen EV membutuhkan rasa aman. Mereka perlu memastikan layanan servis, teknisi, sparepart, dan dukungan baterai tersedia dengan baik.
Bagi pembaca Vegas4D Forum, poin ini perlu menjadi bahan pertimbangan sebelum membeli. Mobil listrik bukan hanya soal harga dan jarak tempuh. Layanan setelah pembelian juga sangat menentukan kenyamanan kepemilikan.